Reog Ponorogo

Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan

Reog Ponorogo

Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan

Reog Ponorogo

Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan

Reog Ponorogo

Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan

Reog Ponorogo

Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan

Showing posts with label cara cetak foto dengan coreldraw. Show all posts
Showing posts with label cara cetak foto dengan coreldraw. Show all posts

Monday, October 8, 2012

Ukuran foto dalam R


Sebuah judul yang tidak SEO friendly maksud saya cukup aneh didengar telinga. Apa arti ukuran foto dalam R?  Yah.... ukuran foto dalam R maksudnya adalah dalam satuan R. Memang begitulah adanya. Satuan R adalah khusus teristimewa untuk sebuah dimensi yang berhubungan dengan dunia cetak mencetak atau print foto.

Lain halnya dengan ukuran kertas dalam dunia penerbitan atau percetakan, ukuran yang dipakai adalah dalam satuan dengan huruf A seperti A3 A4, atau B seperti B3, B4, dab B5.
Lantas  apa saja ya macam-macam ukuran foto dalam satuan R, Berapa sih ukuran foto 2r itu pastinya?, Berapa panjang dan lebar ukuran 3r?, Ukuran photo4r?, 5r, 6r, 8r, 10r, 11r, 12r, 16r, 20r, ukuran foto24r?, 30r dalam mm, cm, inchi, pixel ? Lihat tabel yang berisi daftar berbagai jenis dan berbagai macam ukuran foto di bawah ini :

UKURAN FOTO DALAM R UKURAN DALAM INCHI
UKURAN DALAM CM
Ukuran 2R 2     x   3,5  inci 5,6  x  8,9 cm
Ukuran 3R  3,5     x    5   inci 8,9  x  12,7 cm
Ukuran 4R 4      x    6   inci 10,2  x  15,2 cm
Ukuran 5R 5      x    7  inci 12,7   x   17,8 cm
Ukuran 6R  6      x     8  inci  15,2   x   20,3 cm
Ukuran 8R 8      x   10  inci 20,3   x   25,4 cm
Ukuran 11R 11    x    14  inci 28     x   35 cm
Ukuran 12R  12    x    15 inci 30     x   40 cm
Ukuran 16R 16    x     20 inci 40    x    50 cm
Ukuran 20R 20    x    24 inci 50    x    60 cm
Ukuran 22R 20    x    29,5 inci 60    x    90 cm
Ukuran 24R 24    x    31,5 inci 60    x    90 cm
Ukuran 30R 30    x     40  inci 75    x  100 cm

Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetak


Perbedaan RGB dan CMYK - Menghindari kesalahan pada proses cetakPermasalahan yang sering timbul dalam dunia desain grafis adalah ketika desain dihadapkan dengan dunia produksi. Banyak sekali desainer grafis yang handal ilmu desainnya, mahir penguasaan toolnya, namun lemah terhadap pengetahuan dalam bidang produksi. Hal ini menyebabkan hasil akhir produksi dari suatu desain biasanya kurang memuaskan. Masalahnya bisa beragam, namun seringkali ditemukan pada perbedaan hasil dari warna pada proses cetak.

Permasalahan ini sederhana dan lazim terjadi di dunia percetakan. Diakibatkan dari kurangnya pengetahuan desainer terhadap konsep dasar dan teori warna. Warna dalam dunia percetakan berbeda dengan warna tampilan di monitor. Teori ini dibagi berdasarkan dua model warna : RGB dan CMYK. Perbedaan inilah yang kemudian menyebabkan seringnya terjadi kesalahan atau hasil yang tidak diinginkan dari warna akhir melalui proses cetak.

Adapun perbedaan warna RGB dan CMYK, secara sederhana dapat dijelaskan seperti ini :

Warna RGB adalah model warna additive yang bertujuan sebagai penginderaan dan presentasi gambar dalam tampilan visual pada peralatan elektronik seperti komputer, televisi dan fotografi. Warna RGB difungsikan untuk tampilan di monitor komputer karena warna latar belakang komputer adalah hitam. Jadi, R = Red (merah) G= Green (hijau) dan B = Blue (biru) sebagai warna dasar difungsikan untuk berbagi intensitas cahaya untuk mencerahkan warna latar belakang yang gelap (hitam).

Tips & Trik Teknik Power Clip Inside Coreldraw untuk Membuat Lukisan Digital Printing A4 “Bono U2″ Buatan Sendiri


ilustration of U2 potrait Tips & Trik Teknik Power Clip Inside Coreldraw untuk Membuat Lukisan Digital Printing A4 Bono U2 Buatan Sendiri


Akhirnya draft Tips & Trik Coreldraw ini bisa saya selesaikan juga icon wink Tips & Trik Teknik Power Clip Inside Coreldraw untuk Membuat Lukisan Digital Printing A4 Bono U2 Buatan Sendiri setelah hampir satu bulan lebih ‘mengendap’ di database WordPress. Untuk sahabatku Hendar yang pernah meminta ‘pencerahannya’ (hehe) dan juga bagi siapa saja para Graphic Designer Begineer alias Newbie yang beraliran Coreldraw mmm.. saya rasa ini pasti sangat berguna, kenapa? karena pada free tutorial dibawah ini anda akan belajar bagaimana membuat lukisan photo digital printing karya sendiri. Dengan memanfaatkan keterbatasan dari mesin printer A4 atau A3 milik anda menjadi kelebihan yang sungguh luar biasa, anda tahu kenapa..karena hiasan dinding ini dapat menjadi model design interior yang cukup membanggakan untuk dipajang diruang tamu atau kamar tidur anda.
Hasil akhir dari project desain grafis ini adalah membuat lukisan / hiasan dinding yang tersusun atas potongan-potongan photo berbahan kertas Gloosy Paper dari mesin cetak berkemampuan photo digital, anda dapat menyesuaikan besar dan kecilnya ukuran photo, jenis printer yang digunakan, ukuran kertas yang dipakai (A4 atau A3), dan andapun bebas berkreasi dengan berbagai photo favorit pilihan anda.

PERSIAPAN

Seperti biasanya, saya selalu mencoba menyuguhkan latihan-latihan dengan teknik basic. .. maka dari itu anda boleh menggunakan versi Software pengolah vector Coreldraw dengan versi apapun, baik itu 10, 11, 12, X3 ataupun X4 yang terbaru saat ini.
Catatan: Jika anda adalah seorang pemula atau orang yang baru belajar Corel Draw, jangan kuatir saya yakinkan andapun dapat mengikuti tutorial ini dengan mudah dan cepat.

Format Ukuran Cetak Foto

Cetak foto atau photo printing memiliki beberapa ukuran yang pasti seperti foto ijazah, kebutuhan foto KTP (Kartu Tanda Penduduk), atau kebutuhan lainnya. Ini disesuaikan dengan kebutuhan umum demikian pula dengan ukuran kertas yang ada juga menentukan ukuran cetak foto. Biasanya foto sebelum dicetak akan di edit menggunakan photoshop atau pengolah citra lainnya, sebaiknya Anda pastikan foto Anda benar-benar sudah bagus untuk dicetak. Artikel lengkapnya silakan baca artikel desain berikut.
Sebenarnya tutorial format ukuran cetak photo dibuat berdasarkan permintaan dari sejumlah pembaca setia AhliDesain yang bekerja di warnet yang melayani bisnis percetakan atau printing. Sudah umum memang bahwa warnet juga melayani cetak foto ini menggunakan berbagai jenis kertas khusus untuk foto dan sejenisnya.
Mungkin bisnis cetak di warnet itu kini sedang diminati karena cetak foto di fuji film atau studio foto sedikit lebih mahal ongkos cetak foto untuk foto yang sederhana dengan kualitas menengah.
Seperti artikel ukuran undangan pernikahan yang sudah kami tulis beberapa bulan yang lalu, ukuran cetak foto juga dalam bentuk centimeter dan inchi.

Tips Membuat Font Sendiri Dengan Corel Draw (Part 1)

Corel Draw adalah Aplikasi yang sangat mahir dalam membuat gambar. Tapi apakah Corel Draw bisa membuat Font ?. Memang sangat tidak sulit membuat huruf atau font digital, apalagi sekarang banyak tersedia software grafis di internet. Yang sulit adalah merencanakan dan membangun serta membentuk karakter font. Penggunaan CorelDRAW telah lama menikmati alat dan fitur opsi untuk membuat desain simbol huruf. Tips Membuat Font Sendiri Dengan Corel Draw (Part 1) Image
Dalam artikel bagian pertama ini, kita meng-eksplorasi cara menciptakan font, mempersiapkan, dan meng-ekspor karakter Anda ke file font agar dapat digunakan ke dalam sistem operasi.

Membuat dan Merencanakan Type Font

Font terbagi menjadi dua jenis huruf dasar Roman atau Gothic kemudian dua karakteristik dasar Serif dan San Serif. Ilustrasi dibawah ini menyoroti perbedaan utama antara kedua buah tipografi tersebut.

Menjelajahi Anatomi Font

Kebanyakan Font memiliki gaya unik masing-masing yang di tentukan oleh bentuk, struktur, dan formasinya. Dalam dunia tipografi, ini disebut sebagai letterform. Tipografi juga menggabungkan titik-titik refrensi yang menentukan secara relative posisi dan ukuran karakter karena setiap karakter dalam huruf bias berbeda lebar dan tingginya. Huruf “a” tentu berbeda karakter istik vertical dan horizontalnya dengan huruf “g”. Titik refrensi tersebut adalah :
  • Character Origin , titik di kiri bawah sebagai poros untuk menyelaraskan barisan huruf.
  • Maximum Character height, ketinggian maksimum huruf secara vertical untuk jenis karakter tersebut. Misalnya “h”, termasuk semua bentuk tambahan aksen (misalnya ‘^, dan ).
  • Typical character width, untuk refrensi desain saja dan menunjukkan lebar khas dari karakter rata-rata untuk tujuan keselarasan.